Kamis, 24 Desember 2020

READ ONLY MEMORY (ROM)

Read-only memory (ROM)

Read-only memory (ROM) adalah jenis memori non-volatile yang digunakan di komputer dan perangkat elektronik lainnya. Data yang disimpan dalam ROM tidak dapat dimodifikasi secara elektronik setelah pembuatan perangkat memori. Read-only memory berguna untuk menyimpan perangkat lunak yang jarang berubah selama masa pakai sistem, yang juga dikenal sebagai firmware. Aplikasi perangkat lunak (seperti permainan video) untuk perangkat yang dapat diprogram dapat didistribusikan sebagai kartrid plug-in yang berisi ROM.

Istilah "ROM" kadang-kadang diartikan sebagai perangkat ROM yang berisi perangkat lunak tertentu, atau file dengan perangkat lunak yang akan disimpan di EEPROM atau Flash Memory. Misalnya, pengguna yang memodifikasi atau mengganti sistem operasi Android mendeskripsikan file yang berisi sistem operasi yang dimodifikasi atau diganti sebagai "ROM kustom".

Discrete-component ROM

IBM menggunakan penyimpanan hanya baca kapasitor (CROS) dan penyimpanan hanya baca transformator (TROS) untuk menyimpan kode mikro untuk model System / 360 yang lebih kecil, 360/85, dan dua model awal System / 370 (370/155 dan 370 / 165). Pada beberapa model ada juga penyimpanan kontrol yang dapat ditulis (WCS) untuk diagnostik tambahan dan dukungan emulasi. Apollo Guidance Computer menggunakan memori tali inti, yang diprogram dengan memasang kabel melalui inti magnet.

Solid-state ROM

Jenis solid-state ROM yang paling sederhana sudah setua teknologi semikonduktor itu sendiri. Gerbang logika kombinasional dapat digabungkan secara manual untuk memetakan masukan alamat n-bit ke nilai sembarang dari keluaran data m-bit (tabel pencarian). Dengan penemuan sirkuit terintegrasi datang mask ROM. Mask ROM terdiri dari kisi baris kata (masukan alamat) dan garis bit (keluaran data), secara selektif digabungkan dengan sakelar transistor, dan dapat mewakili tabel pencarian sewenang-wenang dengan tata letak fisik biasa dan penundaan propagasi yang dapat diprediksi.

Dalam mask ROM, data secara fisik dikodekan di sirkuit, sehingga hanya dapat diprogram selama fabrikasi. Hal ini menyebabkan sejumlah kerugian serius: Hanya ekonomis untuk membeli ROM masker dalam jumlah banyak, karena pengguna harus kontrak dengan pengecoran untuk menghasilkan desain khusus.Waktu penyelesaian antara menyelesaikan desain untuk ROM masker dan menerima produk jadi cukup lama, karena alasan yang sama. Mask ROM tidak praktis untuk pekerjaan R&D karena desainer sering kali perlu memodifikasi konten memori saat mereka menyempurnakan desain. Jika produk dikirim dengan ROM masker yang rusak, satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah dengan menarik kembali produk dan mengganti ROM secara fisik di setiap unit yang dikirimkan.

Perkembangan selanjutnya telah mengatasi kekurangan ini. PROM, yang ditemukan pada tahun 1956, memungkinkan pengguna untuk memprogram isinya secara tepat satu kali dengan mengubah strukturnya secara fisik dengan penerapan pulsa tegangan tinggi. Ini mengatasi masalah 1 dan 2 di atas, karena perusahaan dapat dengan mudah memesan sejumlah besar chip PROM segar dan memprogramnya dengan konten yang diinginkan sesuai keinginan perancangnya. Penemuan EPROM tahun 1971 pada dasarnya memecahkan masalah 3, karena EPROM (tidak seperti PROM) dapat berulang kali diatur ulang ke keadaan tidak terprogram dengan paparan sinar ultraviolet yang kuat. EEPROM, ditemukan pada tahun 1983, sangat membantu untuk memecahkan masalah 4, karena EEPROM dapat diprogram di tempat jika perangkat yang berisi menyediakan sarana untuk menerima konten program dari sumber eksternal (misalnya komputer pribadi melalui kabel serial). Memori flash, ditemukan di Toshiba pada pertengahan 1980-an, dan dikomersialkan pada awal 1990-an, adalah bentuk EEPROM yang membuat penggunaan area chip sangat efisien dan dapat dihapus serta diprogram ulang ribuan kali tanpa kerusakan. Semua teknologi ini meningkatkan fleksibilitas ROM, tetapi dengan biaya per chip yang signifikan, sehingga dalam jumlah besar ROM mask akan tetap menjadi pilihan ekonomis selama bertahun-tahun. (Penurunan biaya perangkat yang dapat diprogram ulang hampir menghilangkan pasar untuk ROM mask pada tahun 2000.) Selain itu, terlepas dari kenyataan bahwa teknologi yang lebih baru semakin kurang "hanya-baca", sebagian besar hanya dibayangkan sebagai pengganti untuk penggunaan ROM masker tradisional.

Perkembangan terbaru adalah flash NAND, juga ditemukan oleh Toshiba. Para perancangnya secara eksplisit melepaskan diri dari praktik sebelumnya, dengan menyatakan bahwa "tujuan NAND Flash adalah untuk menggantikan hard disk, daripada penggunaan tradisional ROM sebagai bentuk penyimpanan primer yang tidak mudah menguap. Pada tahun 2007, NAND sebagian telah mencapai tujuan ini dengan menawarkan throughput yang sebanding dengan hard disk, toleransi yang lebih tinggi terhadap guncangan fisik, miniaturisasi ekstrim (dalam bentuk flash drive USB dan kartu memori microSD kecil, misalnya), dan konsumsi daya yang jauh lebih rendah.

Types Of ROMs

Semiconductor based

mask-programmed ROM chip adalah sirkuit terintegrasi yang secara fisik menyandikan data yang akan disimpan, dan dengan demikian tidak mungkin untuk mengubah isinya setelah pembuatan. Jenis lain dari memori solid-state non-volatile mengizinkan beberapa tingkat modifikasi:

Programmable read-only memory (PROM) atau ROM yang dapat diprogram satu kali (OTP), dapat ditulis atau diprogram melalui perangkat khusus yang disebut PROM programmer. Biasanya, perangkat ini menggunakan voltase tinggi untuk menghancurkan secara permanen atau membuat tautan internal (sekering atau antifus) di dalam chip. Akibatnya, PROM hanya dapat diprogram sekali.

Erasable programmable read-only memory (EPROM) dapat terhapus dengan paparan sinar ultraviolet yang kuat (biasanya selama 10 menit atau lebih), kemudian ditulis ulang dengan proses yang membutuhkan penerapan tegangan yang lebih tinggi dari biasanya. Paparan sinar UV yang berulang pada akhirnya akan merusak EPROM, tetapi daya tahan sebagian besar chip EPROM melebihi 1000 siklus penghapusan dan pemrograman ulang. Paket chip EPROM seringkali dapat diidentifikasi dengan "jendela" kuarsa yang menonjol yang memungkinkan sinar UV masuk. Setelah pemrograman, jendela biasanya ditutup dengan label untuk mencegah penghapusan yang tidak disengaja. Beberapa chip EPROM dihapus dari pabrik sebelum dikemas, dan tidak memiliki jendela; ini secara efektif PROM.

Electrically erasable programmable read-only memory (EEPROM) didasarkan pada struktur semikonduktor yang mirip dengan EPROM, tetapi memungkinkan seluruh isinya (atau bank terpilih) dihapus secara elektrik, kemudian ditulis ulang secara elektrik, sehingga tidak perlu dikeluarkan dari komputer (atau kamera, pemutar MP3, dll. .). Menulis atau mem-flash EEPROM jauh lebih lambat (milidetik per bit) daripada membaca dari ROM atau menulis ke RAM (dalam kedua kasus nanodetik).

Electrically alterable read-only memory  (EAROM) adalah jenis EEPROM yang dapat dimodifikasi sedikit demi sedikit. Penulisan adalah proses yang sangat lambat dan membutuhkan voltase yang lebih tinggi (biasanya sekitar 12 V) daripada yang digunakan untuk akses baca. EAROM ditujukan untuk aplikasi yang memerlukan penulisan ulang yang jarang dan hanya sebagian. EAROM dapat digunakan sebagai penyimpanan non-volatile untuk informasi pengaturan sistem penting; dalam banyak aplikasi, EAROM telah digantikan oleh CMOS RAM yang disuplai oleh daya listrik dan didukung dengan baterai lithium.

Flash memory (or simply flash) adalah jenis EEPROM modern yang ditemukan pada tahun 1984. Memori flash dapat dihapus dan ditulis ulang lebih cepat dari EEPROM biasa, dan desain yang lebih baru menampilkan daya tahan yang sangat tinggi (melebihi 1.000.000 siklus). Flash NAND modern memanfaatkan area chip silikon secara efisien, menghasilkan IC individual dengan kapasitas setinggi 16 GB (per 2007); Fitur ini, bersama dengan daya tahan dan daya tahan fisiknya, memungkinkan flash NAND menggantikan magnet di beberapa aplikasi (seperti flash drive USB). Memori flash terkadang disebut flash ROM atau flash EEPROM bila digunakan sebagai pengganti jenis ROM yang lebih lama, tetapi tidak pada aplikasi yang memanfaatkan kemampuannya untuk dimodifikasi dengan cepat dan sering.

Historical examples

ROM matriks dioda, digunakan dalam jumlah kecil di banyak komputer pada tahun 1960-an serta kalkulator meja elektronik dan enkoder keyboard untuk terminal. ROM ini diprogram dengan memasang dioda semikonduktor diskrit di lokasi yang dipilih antara matriks jejak garis kata dan jejak garis bit pada papan sirkuit tercetak.

Resistor, kapasitor, atau ROM matriks transformator, digunakan di banyak komputer hingga tahun 1970-an. Seperti ROM matriks dioda, ia diprogram dengan menempatkan komponen di lokasi yang dipilih antara matriks baris kata dan baris bit. Tabel Fungsi ENIAC adalah ROM matriks resistor, diprogram dengan mengatur sakelar putar secara manual. Berbagai model IBM System / 360 dan perangkat periferal kompleks menyimpan kode mikro mereka di salah satu kapasitor (disebut BCROS untuk Penyimpanan Hanya Baca Kapasitor Seimbang pada 360/50 & 360/65 atau CCROS untuk Penyimpanan Hanya Baca Kapasitor Kartu pada 360/30) atau transformator (disebut TROS untuk Transformer Read Only Storage pada 360/20, 360/40 dan lainnya) matriks ROM.

Core rope, suatu bentuk teknologi ROM matriks transformator yang digunakan di mana ukuran dan / atau berat sangat penting. Ini digunakan di Komputer Pesawat Luar Angkasa Apollo NASA / MIT, komputer PDP-8 DEC, dan tempat lain. Jenis ROM ini diprogram dengan tangan dengan menenun "kabel garis kata" di dalam atau di luar inti transformator ferit.

The perforated metal character mask ("stencil") dalam tabung sinar katoda Charactron, yang digunakan sebagai ROM untuk membentuk berkas elektron lebar untuk membentuk bentuk karakter yang dipilih di layar baik untuk tampilan atau berkas elektron yang dipindai untuk membentuk bentuk karakter yang dipilih sebagai overlay pada sinyal video.

Berbagai perangkat mekanis digunakan pada peralatan komputasi awal. Pelat logam mesin berfungsi sebagai ROM di printer dot matrix pada pukulan tombol IBM 026 dan IBM 029.


Selasa, 08 Desember 2020

 PERKEMBANGAN PERANGKAT KELUARAN


1.PENGERTIAN DAN FUNGSI MONITOR

Monitor merupakan salah satu hardware dari komputer. Yang dimaksud dengan monitor adalah output device / alat keluaran yang berfugsi untuk menampilkan gambar pada layar dan sebagai Interface atau layar visual yang menghubungkan antara manusia dengan komputer. Gambar yang ditampilkan berasal dari proses grafis yang dilakukan oleh VGA Card. Secara fisik, monitor mempunyai bentuk seperti halnya layar televisi dan fungsinya untuk menampilkan data dan informasi yang berguna bagi para pemakai komputer. Selain itu monitor juga merupakan alat output yang berguna untuk berinteraksi antara komputer dengan pemakai atau penggunanya atau yang dikenal dengan istilah user. Sehingga monitor dapat dikatakan salah satu hardware terpenting dari suatu komputer. Kata monitor sebenarnya adalah sebuah istilah dari bahasa Latin yang artinya untuk pengingat atau penyaran.

2.SEJARAH DAN PERKEMBANGAN MONITOR







Awal dari sejarah monitor komputer adalah dimulai dengan adanya VDT (The Video Display Terminal) yang berupa layar yang tergabung dengan keyboard dan dihubungkan ke komputer. Tahap perkembangan monitor komputer Fase Pertama terjadi pada tahun 1855 ditandai dengan penemuan tabung sinar katoda oleh ilmuwan dari Jerman yang bernama Heinrich Geibler (bapak dari monitor tabung). Teknologi tabung sejak awalnya memang dikembangkan untuk merealisasikan monitor. Namun, Kristal cairan masih menjadi fenomena kimiawi selama 80 tahun berikutnya. Saat itu, tampilan atau frame rate pun belum terpikirkan. Lalu 33 tahun kemudian, ahli kimia asal Austria, Friedrich Reinitzer, meletakkan dasar pengembangan teknologi LCD dengan menemukan kristal cairan. Waktu itulah yang merupakan Fase Kedua dari tahap pengembangan monitor komputer. Selama ini, banyak yang menganggap bahwa Karl Ferdinand Braun sebagai penemu tabung sinar katoda. Sebenarnya, ia merupakan pembuat aplikasi pertama untuk tabung, yaitu osiloskop pada tahun 1897. Perangkat inilah yang menjadi basis pengembangan perangkat lain, seperti televisi. Pada tahun yang sama, Joseph John Thomson menemukan elektron, yang mempercepat pengembangan teknik tabung. 

- Kemudian Monitor CRT Pertama (Cathode Ray Tube) dikembangkan untuk menerima siaran televisi Milestone adalah tabung televisi pertama dari Wladimir Kosma Zworykin (1929), full electronic frame rate dari Manfred Ardenne (1930), dan pengembangan sinar katoda pertama yang dapat direproduksi oleh Allen B.Du Mont (1931). Pada generasi awal komputer, belum menggunakan monitor khusus seperti sekarang ini. Komputer waktu itu terhubung dengan TV sebagai layar penampil dari pengolahan data yang dilakukannya. Yang cukup menjadi masalah adalah bahwa resolusi monitor TV saat itu hanya mampu menampilkan 40 karakter secara horisontal pada layar. Monitor khusus untuk komputer dikeluarkan oleh IBM PC, yang pada awalnya memiliki resolusi 80 x 25 dengan kemampuan warnanya. Pada generasi berikutnya muncul mono graphics (MGA/MDA) yang memiliki 720 x 350.

- Selanjutnya di awal tahun 1980-an muncul jenis Monitor CGA dari IBM dengan range resolusi dari 160×200 sampai 640 x 200 dan kemampuan warna antara 2 sampai 16 warna. Monitor yang menjadi perhatian saat itu adalah Taxan Vision, sebuah layar warna 14 inci dengan resolusi 1000 x 1000 pixel dan sebesar 64 Hz. Monitor EGA muncul dengan resolusi yang lebih bagus yaitu 640 x 350. Monitor jenis ini cukup stabil sampai berikutnya munculnya generasi komputer Windows. Tahun 1990, monitor Nec Multiscan 4 D yang memiliki resolusi maksimal 1.024 x 768 dan frame rate sebesar 70 Hz telah hadir. Spesifikasi ini masih digunakan untuk Graphical User Interface saat ini. Sekitar tahun 2000, monitor layar datar menyerbu pasaran konsumer. Semua jenis monitor ini menggunakan video digital yang spesifik untuk mengatur warna dan intensitas cahaya. Antara video adapter dan monitor memiliki 2, 4, 16, atau 64 warna tergantung standard grafik yang dimiliki. Selanjutnya dengan diperkenalkannya standard monitor VGA, tampilan grafis dari sebuah personal komputer menjadi nyata. VGA dan generasi – generasi yang berhasil sesudahnya seperti PGA, XGA, atau SVGA merupakan standard video analog dengan sinyal R (Red), G (Green) dan B (Blue) dengan pewarnaan. Secara prinsip analog monitor memungkinkan penggunaan full color dengan intensitas tinggi.

- Generasi monitor selanjutnya adalah Teknologi LCD yang tidak lagi menggunakan tabung elektron CRT, tetapi menggunakan sejenis kristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang tinggi.

- Kemudian perkembangan teknologi monitor selanjutnya adalah Monitor LED. Teknologi monitor LED memiliki banyak keunggulan yang dihasilkan dibandingkan dengan teknologi montor LCD diantaranya adalah kemampuan menghasilkan detail gambar yang lebih halus dan lebih sempurna dibandingkan LCD monitor. Kedalaman warna yang lebih tinggi dibandingkan LCD monitor sampai hampir mendekati warna aslinya. Kontras rasio yang cukup tinggi perbandingannya dibandingkan dengan LCD monitor.

-Selanjutnya adalah Teknologi Monitor Plasma yang menggunakan teknologi gas neon/xenon yang diapit dua lapisan pelat kaca. Kejutan listrik dimasukkan ke lapisan gas, yang langsung memberi reaksi berupa penciptaan elemen gambar.

-Kemudian yang sampai perkembanganya adalah Monitor Touch Screen Atau Touch Panels. Monitor touch screen sebenarnya sudah berkembang sudah tahun 1980an yang telah dipatenkan oleh oleh pihak – pihak tertentu namun hak paten tersebut telah berakhir dan sekarang teknologi monitor touschscreen sudah menjadi teknologi yang umum dan dapat bebas dikembangkan oleh pihak manapun. Sekarang teknologi monitor touchscreen sudah merambah ke semua perangkat yang dibutuhkan, misalnya seperti handphone, PDA, , tablet PC dan sebagainya. Pada saat komputer pertama beroperasi pada tahun 1938, monitor sudah berusia 83 tahun dan pengembangannya masih berlangsung sampai saat ini.

Untuk lebih jelasnya, berikut perkembangan monitor dari tahun ke tahun :

  • Tahun 1855 – Tabung GeißlerHeinrich Geißler berhasil membuat sebuah vakum dalam tabung yang dilengkapi dengan sebuah pompa merkuri.
  • Tahun 1859 – Sinar Katoda DitemukanJulius Plucker, seorang ahli matematika dan fisika dari Jerman, berhasil menemukan dan menggambarkan sinar katoda untuk pertama kalinya.
  • Tahun 1888 – Penemuan Liquid CrystalFriedrich Reinitzer, ahli kimia dari Austria, menemukan fenomena kristal cairan. Ia membuat eksperimen dengan sebuah bahan yang memiliki dua titik cair.
  • Tahun 1897 – Tabung BRAUNKarl Ferdinand Braun mengembangkan tabung sinar katoda dengan memperkenalkan aplikasi pertama dengan menggunakan osiloskop.
  • Tahun 1930 – Siaran Full ElectronicManfred von Ardenne, ilmuwan universal knowledge berhasil membuat siaran televisi full electronic pertama. Pada tahun 1931, ia memperkenalkan penemuannya di ajang International Radio Show di Berlin.
  • Tahun 1963 – Penemuan Liquid Crystal Cyan BiphenylGeorge Gray, ahli kimia dari Universitas Hull Inggris, menemukan kristal cairan Cyan-Biphenyl. Kristal ini menjadi dasar untuk pengembangan bahan kristal cairan stabil yang digunakan pada LCD sampai saat ini.
  • Tahun 1969 – TN-LCD PertamaJames Fergason mengembangkan teknologi TN (Twisted Nematic) yang mengontrol light transfer dari kristal cairan.
  • Tahun 1981 – IBM Membuat Standar MDA dan CGADengan standarnisasi sinyal grafik monokrom dan warna, IBM membuka jalan untuk pengembangan monitor komputer yang universal.
  • Tahun 1984 – Standar EGA BerakhirStandar EGA sudah lama menjadi standar minimal pada Computer Graphic Hardware.
  • Tahun 1988 – Standar VESAAkhir tahun 1980-an, NEC bersama dengan delapan produsen graphic card lainnya membentuk Video Electronics Standards Association (VESA). Sejak saat itu, ditetapkan sebuah standar yang seragam untuk software, graphics card, dan monitor.
  • Tahun 2000 – Layar Datar untuk Home UserMonitor dengan layar datar tipis ini semakin terjangkau harganya bagi home user.
  • Tahun 2005 – Layar 3D PertamaToshiba memperkenalkan layar 3D pertama yang menawarkan efek 3D tanpa menggunakan alat bantu lainnya. Namun, mata harus pada posisi tertentu.
  • Di masa depan monitor adalah datar dan 3D. Perangkat CRT cepat atau lambat hanya digunakan untuk aplikasi khusus dan kemudian menghilang. Monitor 3D akan menjadi tren berikutnya. Nantinya, tanpa kacamata pun tampilan 3D sudah dapat dinikmati dari semua sudut pandang mata. Apa yang telah diperkenalkan oleh Toshiba pada tahun 2005 merupakan awal dari perkembangan baru. Saat ini hampir semua produsen besar telah melakukan penelitian dan membuat prototipenya.
    •  

    1.    JENIS –  JENIS MONITORa.      CRT ( Chatode Ray Tube )

    Prinsip kerja monitor konvensional atau monitor CRT (Cathode Ray Tube) adalah elektron ditembakkan dari belakang tabung gambar menuju bagian dalam tabung yang dilapis elemen yang terbuat dari bagian yang memiliki kemampuan untuk memendarkan cahaya. Sinar elektron tersebut melewati serangkaian magnet kuat yang membelok-belokkan sinar menuju bagian-bagian tertentu dari tabung bagian dalam.Dengan demikian adapun kelebihan dari monitor CRT ini adalah sebagai berikut. Harga dari monitor ini umumnya paling murah.Untuk masalah tampilan di layar monitor dengan resolusi dari monitor ini tampilannya yang dihasilkanpun sudah cukup baik untuk berbagai keperluan didalam mengerjakan pekerjaan. Warna mendalam dan waktu respon yang lebih baik, sehingga game, film DVD, dan acara TV mungkin terlihat lebih baik pada CRT. Sebuah CRT terlihat baik dari semua sudut pandang dibanding LCD. Monitor ini dapat menampilkan hampir semua resolusi.b.      LCD ( Liquid Cristal Display )Warna yang akan dihasilkan tergantung pada sudut refleksi. Jadi jika beda sudut refleksi maka beda pula warna yang dihasilkan. Dengan memberikan tegangan listrik dengan nilai tertentu. Kristal cair dapat berubah sudutnya. Dan karena tugas kristal cair adalah untuk merefleksikan cahaya dari backlight maka cahaya backlight yang sebelumnya putih bisa berubah menjadi banyak warna. Kristal cair bekerja seperti tirai jendela. Jika ingin menampilkan warna putih kristal cair akan membuka selebar-lebarnya sehingga cahaya backlight yang berwarna putih akan tampil di layar. Namun Jika ingin menampilkan warna hitam. Kristal Cair akan menutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya backlight yang yang menembus (sehingga di layar akan tampil warna hitam). Jika ingin menampilkan warna lainnya hanya mengatur sudut refleksi kristal cair.

    • Kelebihan dari monitor LCD ini adalah sebagai berikut :

    Hemat akan tempat, tidak seperti monitor CRT yang membutuhkan tempat yang banyak. Terdapatnya brightness ratio. Brightness ratio merupakan perbandingan antara tampilan yang paling gelap dengan tampilan yang paling terang. Monitor LCD memiliki kelebihan yang sangat bersahabat yaitu monitor ini adalah monitor yang hemat listrik. Monitor ini memiliki kualitas gambar yang lebih tajam, kecerahan warnanya pun sangat baik dan bentuk dari monitor ini memang terlihat benar-benar modern. Kelebihan yang lain dari monitor LCD adalah adanya brightness ratio yang telah menyentuh angka 350 : 1. Brigtness ratio merupakan perbandingan antara tampilan yang paling gelap dengan tampilan yang paling terang.

    • Kekurangan dari monitor LCD diantaranya adalah :

    Sebagai berikut. Harga dari monitor LCD ini lebih mahal di banding monitor berjenis CRT. Gambar monitor LCD hanya menampilkan hasil resolusi terbaik pada resolusi tertentu, lebih dari itu akan kurang jelas. Beberapa waktu yang lalu, monitor berjenis LCD ini masih mempunyai masalah pada resolusi . Saat itu, monitor ini jika dengan resolusi 1024 X 768 akan terkesan agak buram jika dipekerjakan pada resolusi 640 X 420. Karena layarnya pipih kemungkinan untuk kerusakan pada fisik monitor bisa sangat terjadi akibat ketelodoran pemakai.

    • Lapisan lapisan dalam sebuah LCD :

    Elektroda dalam lapisan tersebut berfungsi untuk menciptakan medan listrik pada kristal cair, sedangkan polaroid digunakan untuk menciptakan suatu polarisasi.LCD berwarna menggunakan dua jenis teknik untuk menghasilkan warna, yaitu passive matrix dan active matri.

    • Ø Passive Matrix

    Teknologi yang digunakan lebih murah dibandingkan active matrix. Pada LCD jenis ini terdapat sederetan transistor di atas (sumbu x) dan di samping kiri (sumbu y) monitor. Transistor-transistor ini memberi energi pada piksel. Piksel merupakan pertemuan dari pancaran transistor sumbu x dan sumbu y. oleh karena hal tersebut maka teknologi ini sering juga disebut Dual Scan monitor.Kelemahan teknologi ini, monitor harus dilihat secara tegak lurus. Jika dipandang dari sudut agak menyamping, maka tulisan pada monitor tidak akan terlihat. Kelemahan lain, jika ada transistor yang mati, maka akan terlihat adanya garis gelap melintang atau tegak lurus pada layar monitor.

    • Ø Active Matrix

    Menggunakan teknologi Thin Film Transistor (TFT). Hasil warna yang diperoleh sebagus CRT, namun teknologinya mahal. Active matrix memiliki transistor yang memancarkan cahaya sendiri pada masing-masing piksel, sehingga warnanya lebih cerah, dan tak harus dilihat dengan sudut pandang tegak lurus. Namun karena adanya banyak transistor ini, mengakibatkan pemakaian daya jenis monitor ini lebih tinggi dan kemungkinan kerusakan pada piksel lebih besar.

    Monitor jenis ini menggabungkan teknologi CRT dengan LCD. Dengan teknologi yang dihasilkan, mampu membuat layar dengan ketipisan menyerupai LCD dan sudut pandang yang dapat selebar CRT.Plasma gas juga menggunakan fosfor seperti halnya pada teknologi CRT, tetapi layar pada plasma gas dapat perpendar tanpa adanya bantuan cahaya di belakang layar. Hal itu akan membuat energi yang diserap tidak sebesar monitor CRT. Kontras warna yang dihasilkan pun lebih baik dari LCD.Monitor jenis ini menggabungkan teknologi CRT dengan LCD. Organic Light-Emitting Diode (OLED) atau dioda cahaya organik adalah sebuah semikonduktor sebagai pemancar cahaya yang terbuat dari lapisan organik. OLED digunakan dalam teknologi elektroluminensi, seperti pada aplikasi tampilan layar atau sensor. Teknologi ini terkenal fleksibel dengan ketipisannya yang mencapai kurang dari 1 mm.OLED merupakan piranti penting dalam teknologi elektroluminensi. Teknologi tersebut memiliki dasar konsep pancaran cahaya yang dihasilkan oleh piranti akibat adanya medan listrik yang diberikan. Teknologi OLED dikembangkan untuk memperoleh tampilan yang luas, fleksibel, murah dan dapat digunakan sebagai layar yang efisien untuk berbagai keperluan layar tampilan.Struktur OLED terdiri atas lapisan kaca terbuat dari oksida timah-indium yang berfungsi sebagai elektroda positif atau anoda, lapisan organik dari diamine aromatik dengan ketebalan 750 nm, lapisan pemancar cahaya yang terbuat dari senyawa metal kompleks misalnya 8-hydroxyquinoline aluminium, dan lapisan elektroda negatif atau katoda terbuat dari campuran logam magnesium dan perak dengan perbandingan atom 10:1. Konstruksi keseluruhan lapisan tidak lebih dari 500 nm, artinya OLED sama tipis dengan selembar kertas.Mekanisme kerja OLED yaitu jika pada elektroda diberikan medan listrik, fungsi kerja katoda akan turun dan membuat elektron-elektron bergerak dari katoda menuju pita konduksi di lapisan organik. Keadaan ini mengakibatkan munculnya lubang (hole) di pita valensi. Anoda akan mendorong lubang untuk bergerak menuju pita valensi bahan organik. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya proses rekombinasi elektron dan lubang di dalam lapisan organik dimana elektron akan turun dan bersatu dengan lubang lalu memberikan kelebihan energi dalam bentuk foton cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Pada akhirnya akan diperoleh satu jenis pancaran cahaya dengan panjang gelombang tertentu bergantung pada jenis bahan pemancar cahaya yang digunakan.

  • Bagian penting dari piranti OLED adalah lapisan elektroda dan lapisan tipis yang terdiri dari molekul-molekul organik sebagai pemancar cahaya dimana keduanya disusun bertumpuk. Lapisan organik dapat dimendapkan dengan teknik yang relatif sederhana yaitu pelapisan memutar (spin coating) sedangkan lapisan elektroda dimendapkan menggunakan teknik penguapan (evaporation). Lapisan elektroda dibuat dari bahan logam transparan atau semi-transparan seperti Indium Tin Oxide (ITO) atau aluminium (Al). Sifat transparan memungkinkan cahaya yang terpancar dari struktur piranti keluar secara optimal.
  • Jumlah warna dari cahaya yang dipancarkan oleh piranti OLED berkembang dari satu warna menjadi multi-warna. Fenomena ini diperoleh dengan membuat variasi tegangan listrik yang diberikan kepada piranti OLED sehingga piranti tersebut memiliki prospek untuk menjadi piranti alternatif seperti teknologi tampilan layar datar berdasarkan kristal cair.
  • Teknologi OLED ditemukan oleh ilmuwan Perusahaan Eastman Kodak, Dr. Ching W. Tang pada tahun 1979. Riset di Indonesia mengenai teknologi ini dimulai pada tahun 2005. OLED diciptakan sebagai teknologi aternatif yang mampu mengungguli generasi tampilan layar sebelumnya, tampilan kristal cair (Liquid Crystal Display atau LCD). OLED terus dikembangkan dan diaplikasikan ke dalam piranti teknologi tampilan.
  • c.    Plasma gas atau Organic Light Emitting Diode (OLED)
  • Pada teknologi passive matrix yang lebih baru seperti CSTN (Color Super-Twisted Nematic), DSTN (Double Layer Super-Twis Nematic), dan HPA (High-Performance Addressing), kecerahan citra lebih bagus.
  • Monitor LCD tidak lagi menggunakan tabung elektron tetapi menggunakan sejenis kristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan CRT. Karena bentuknya yang pipih, maka monitor jenis flat tersebut menggunakan energi yang kecil dan banyak digunakan pada komputer-komputer portabel.
  • Monitor LCD merupakan monitor yang tidak lagi menggunakan tabung elektron tetapi menggunakan sejenis kristal liquid. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan CRT. Karena bentuknya yang pipih, maka monitor jenis flat tersebut menggunakan energi yang kecil dan banyak digunakan pada komputer – komputerportabel.Cara kerja dari Monitor LCD (Liquid Crystal Display) adalah monitor LCD itu sendiri terdiri dari dua bagian utama. yaitu Backlight dan kristal cair. Backlight sendiri adalah sumber cahaya LCD yang biasanya terdiri dari 1 sampai 4 buah dengan berteknologi seperti lampu neon. Lampu Backlight ini berwarna putih. Kristal cair akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa ratus cahaya dengan warna yang berbeda. Beberapa ratus cahaya tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar.
  • Namun dari monitor CRT ini juga memiliki kekurangan – kekurangan, diantaranya adalah sebagai berikut. Diperlukanya teknologi listrik yang cukup besar dan memiliki radiasi elektromagnetik yang cukup kuat. Monitor CRT menempati banyak ruang meja dan monitor ini berat. Gambar pada monitor yang sudah tiga tahun tidak akan terlihat baik seperti ketika monitor masih baru. Monitor CRT memakan tiga kali lebih banyak listrik daripada LCD. Fokus di sekitar tepi luar gambar sering kurang tajam daripada di tengah. Seiring waktu, sebuah monitor CRT menjadi kurang tajam dibanding saat masih baru. Monitor CRT menghasilkan radiasi magnetik dan elektromagnetik serta menghasilkan panas yang dapat kerusakan.
  • Begitu sinar tersebut sampai ke bagian kaca tabung TV atau monitor, dia akan menyinari lapisan berpendar, menyebabkan tempat-tempat tertentu untuk berpendar secara temporer. Setiap tempat tertentu mewakili pixel tertentu. Dengan mengontrol tegangan dari sinar tersebut, terciptalah teknologi yang mampu mengatur pixel-pixel tersebut untuk berpendar dengan intensitas cahaya tertentu. Dari pixel-pixel tersebut, dapat dibentuklah gambar.
  • Dengan perkembangannya yang sangat pesat, saat ini sudah terdapat beberapa jenis teknologi monitor. Jenis – jenis teknologi monitor tersebut diantaranya adalah :
    • Polaroid belakang
    • Elektroda belakang
    • Plat kaca belakang
    • Kristal cair
    • Plat kaca depan
    • Elektroda depan
    • Polaroid depan

Di Indonesia, beberapa teknologi layar tampilan dengan teknologi OLED sudah masuk ke pasar, mulai dari alat penerangan, alat konsumsi rumah tangga seperti televisi, gadget seperti telepon genggampapan ketik (keyboard), kamera digitaljam tangan digitalkomputer jinjing (laptop), layar komputer, sampai pada alat informasi seperti layar pengumuman di pasar swalayan, bandara, hotel atau rumah sakit.

  • Ø Kelebihan Kehadiran teknologi OLED :

ü  Tampilan OLED baru dan menarik. Layar terbuat dari gabungan warna dalam kaca transparan sangat tipis sehingga ringan dan fleksibel.

ü  Kemampuan OLED untuk beroperasi sebagai sumber cahaya yang menghasilkan cahaya putih terang saat dihubungkan dengan sumber listrik.

ü  Konsumsi daya listrik yang rendah dan terbuat dari bahan organik menjadikan OLED sebagai teknologi ramah lingkungan.

ü  Biaya operasional yang relatif rendah dan proses perakitan yang relatif sederhana dibandingkan LCD. OLED dapat dicetak ke atas substrat yang sesuai dengan menggunakan teknologi pencetak tinta semprot (inkjet printer).

ü  Memiliki jangkauan wilayah warna, tingkat terang, dan tampilan sudut pandang yang sangat luas. Piksel OLED memancarkan cahaya secara langsung sedangkan LCD menggunakan teknologicahaya belakang (backlight) sehingga tidak memancarkan warna yang sebenarnya.

ü  OLED memiliki waktu reaksi yang lebih cepat. Layar LCD memiliki waktu reaksi 8-12 milisekon, sedangkan OLED hanya kurang dari 0.01 ms.

ü  OLED dapat dioperasikan dalam batasan suhu yang lebih lebar.

  • Ø Kekurangan Teknologi OLED adalah :

ü  Harga produk yang cenderung mahal belum terjangkau oleh kalangan umum

ü  Masalah teknis OLED yaitu masa bertahan bahan organik yang terbatas, sekitar 14.000 jam dibandingkan layar datar lain yang bisa mencapai 60.000 jam. Pada tahun 2007, masa bertahan OLED dikembangkan menjadi 198.000 jam.

ü  Kelembaban dapat memperpendek umur OLED. Bahan kandungan organik di dalam OLED dapat rusak jika terkena air.

ü  Pengembangan proses segel (improved sealing process) dalam praktik pembuatan OLED dapat membatasi masa bertahan tampilan.

ü  Dalam piranti OLED multi-warna yang ada sekarang, intensitas cahaya yang dihasilkan untuk warna tertentu belum cukup terang.

d.     Monitor Light Emitting Diode (LED)

Monitor sejenis dengan monitor LCD dimana teknologinya sudah lebih maju. Monitor LED merupakan monitor yang menggunakan LED sebagai komponen penghasil warna. LED ini digunakan sebagai lampu indikator dibanyak perangkat elektronik. LED itu sendiri menggunakan cahaya pancaran diode (Light Emitting Diode) sebagai sumber cahaya. LED menggunakan diode untuk membuat banyak image yang berwarna – warni. Warna hitam akan menjadi benar – benar hitam, bukan hitam abu-abu, dan warna LED lebih realistic dibandingkan monitor LCD. Monitor LED memiliki refresh rate yang tinggi.Di dalam LED terdapat sejumlah zat kimia yang akan mengeluarkan cahaya jika elektron-elektron melewatinya. Dengan mengganti zat kimia ini, kita dapat mengganti panjang gelombang cahaya yang dipancarkan, seperti infrared, hijau atau biru atau merah dan ultraviolet.

  • Cara kerja dari Montor LED adalah sebagai berikut :

Sebenarnya LED adalah dioda, sehingga memiliki kutub. Arah arus konvensional hanya dapat mengalir dari anoda ke katoda. 2 kawat pada LED memiliki panjang yang berbeda. Kawat yang panjang adalah anoda sedangkan yang pendek adalah katoda. Arus menentukan seberapa terang sebuah LED. Lebih besar arus maka lebih terang pula LED itu. Arus pada LED seharusnya sekitar 10 – 20 mA. Ketika arus melewati sebuah LED, jatuh tegangan pada LED sekitar 1,6 V, sebenarnya tergantung pada arus yang ada. Tegangan pada LED tidak hanya sebuah fungsi dari arus, tetapi juga warna LED dan suhu yang disebabkan perbedaan zat kimia pada LED .Datasheet LED merupakan sudut pandang yang lebar berarti cahaya tidak akan sampai jauh, tetapi akan menyebar. Lampu flash pada kamera memiliki sudut pandang yang lebar. Datasheet biasanya akan memberikan berupa angka tunggal, tetapi beberapa akan menjelaskan lebih detail dalam distribusi cahaya per sudut. Dan tentunya pada grafik panjang gelombang, terdapat nilai puncaknya. grafik ini sangat penting karena grafik inilah yang berfungsi menghubungkan LED dengan sensor warna.

  • Ø Kelebihan dibanding monitor lainnya :

Adapun kelebihan dari monitor LED ini, diantaranya adalah sebagai berikut. Monitor ini dapat membuat banyak image yang berwarna – warni sehinngga terliht lebih natural. Didalam monitor ini setiap warna akan jelas, seperti warna hitam akan menjadi benar – benar hitam, bukan hitam abu-abu, sehingga ketebalan warnanya sangat bagus. Warna dari monitor LED lebih realistic dibandingkan monitor LCD. Untuk bentuk atau cassing dari monitor ini juga hampir mirip dengan monitor LCD yang membuat tampilannya sendiri bagus dan menarik untuk dilihat dan tentunya lebih mudah untuk dipindahkan. Monitor ini pula hemat tenaga listrik, sama hal nya dengan monitor LCD, namun monitor ini lebih irit listrik dibanding monitor LCD. Monitor ini memiliki kemampuan menghasilkan detail gambar yang lebih halus dan lebih sempurna dibandingkan dengan monitor LCD. Pencahayaan yang dihasilkan oleh monitor LED lebih stabil dibandingan dengan monitor LCD, sehingga kestabilan cahaya dan warna, serta ketajamannya bisa terjaga selama monitor digunakan.

  • Ø Kekurangan dari monitor ini diantaranya adalah :

Sebagai berikut Monitor ini tergantung terhadap pencahayaan dari LED-nya yang menyebabkan kurang maksimalnya tampilan nantinya pada monitor. Umumnya harga monitor ini mahal, sehingga kurang diminati oleh kebanyakan orang, karena kebanyakan orang lebih memilih monitor LCD untuk digunakannya. Dan perlu untuk diketahui harga dari monitor lebih maha hingga setengah harga monitor LCD pada umumnya. Selain tergantung pencahayaan dari LED untuk tampilan monitor, besar kecilnya arus yang melintasi LED juga akan menyebabkan perubahan kecerahan pada tampilannya.

e.      Monitor Touch Screen

Monitor touch screen adalah sebuh kemajuan teknologi yang sangat modern. Monitor touch screen ini merupakan sebuah monitor atau perangkat komputer yang bekerja dengan adanya sentuhan tampilan layar menggunakan jari atau pena digital. Antarmuka layar sentuh, di mana pengguna mengoperasikan sistem komputer dengan menyentuh gambar atau tulisan di layar itu sendiri, merupakan cara yang paling mudah untuk mengoperasikan komputer dan kini semakin banyak digunakan dalam berbagai aplikasi. Tampilan dari monitor touch screen ini sangat baik dan halus sehingga menambah kemewahan dari monitor.

Cara kerja dari monitor touch screen adalah adanya 3 buah komponen utama yang saling terhubung dan saling bekerja untuk menghasilkan kinerja yang baik. 3 komponen tersebut adalah touch sensor, controller, dan software driver. Sentuhan yang terjadi pertama akan diterima oleh komponen touch sensor yang merupakan input untuk diteruskan ke komponen yang lainnya, selanjutnya akan diteruskan ke controller yang merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan antara sensor dengan perangkat komputer yang akan memproses sentuhan tersebut. Selanjutnya yang bekerja adalah komponen pada software driver yang berfungsi untuk mengatur agar perangkat touch screen dan komputer dapat bekerja sama untuk digunakan dalam berbagai macam keperluan. Sehingga output pun akan terproses dan tertampil di layar monitor seteleh diproses oleh ketiga komponen tersebut.

  • Ø Kelebihan dari monitor touch screen ini adalah :

Sebagai berikut. Monitor ini akan memberikan kemudahan dan kecepatan akses bagi penggunanya. Kita tidak perlu bersusah payah untuk mencari tombol pada keyboard dalam mengeksekusi suatu perintah. Tampilan dari monitor touch screen ini sangat baik dan halus. Monitor ini memiliki bentuk yang sangat menarik.Kecepatan merespon suatu perintah sangat cepat dilakukan dengan monitor ini karena perintah langsung dimasukkan hanya dengan menyentuh di layar monitor tersebut. Pencahayaaan dari monitor touch screen juga sangat baik. Monitor touch screen juga umumnya tidak banyak membutuhkan tempat menaruh dan beratnya juga relatif disesuaikan.

  • Ø Kekurangan dari monitor touch screen ini, diantaranya yaitu :

Ada beberapa perintah yang lama untuk dikerjakan di monitor ini. Misalnya Jika kita ingin memberikan perintah yang kompleks misalnya mengetik dengan cepat suatu kalimat pada layar, kadang terjadi error yang diakibatkan software tidak mampu menterjemahkan apa yang kita inputkan. Juga pada teknologi touchscreen yang lama, sentuhan bersamaan di layar monitor pada beberapa titik sekaligus akan membingungkan software dalam memahaminya. Harga dari monitor ini sangat mahal, maka dari itu monitor ini jarang untuk dijumpai .Monitor touch screen membutuhkan perawatan khusus, dimana layar harus selalu terjaga kebersihannya agar sentuhan (input) bisa diterjemahkan dengan tepat. Monitor ini memerlukan orang yang teliti dan bisa menggunakannya dengan benar, karena apabila kita ceroboh menggunakannya maka monitor ini akan cepat mengalami kerusakan Selain itu biaya nantinya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki monitor touch screen ini akan sangat besar.

Setelah mengetahui penjelasan diatas, aspek paling penting dari sebuah monitor adalah:

üUkuran Layar adalah perbandingan lebar dalam satuan inci. Jarak antara satu sudut dengan sudut berlawanan lainnya.Pada umumnya ukuran minimal dari sebuah layar monitor adalah 14 inci, Sedangkan untuk monitor yang berkukuran 16 inci atau bahkan lebih sering disebut dengan monitor yang berlayar penuh.

üBentuk monitor ada portrait atau ukuran tinggi lebih besar dibandingkan dengan ukuran lebar atau dalam bentuk landscape ukuran lebar lebih besar dibandingkan ukuran tinggi. Monitor landscape dapat menampilkan dua halaman  penuh yang saling berdampingan satu sama lain.

üResolusi  dari monitor mengidentifikasikan seberapa padat pixel yang ada, Pada umumnya, semakin banyak pixel (sering di ungkapkan dengan titik per inci), semakin tajam hasil gambar yang dapat ditampilkan. Banyak monitor saat ini sudah dapat menampilkan 1024 hingga 764 pixels, untuk penggunaan kartu grafis standar. Beberapa model monitor high end sudah dapat menampilkan 1289 hingga 1024, atau bahkan 1600 hingga 1200 pixel.

üTipe Sinyal yang diterima oleh monitor tersebut, apakah itu analog ataukah digital.Kebanyakan monitor saat ini menerima sinyal analog , yang mensyaratkan penggunaan VGA, SVGA, 8514/A dan beberapa resolusi pewarnaan standar lainnya.

ü Frekwensi yang tetap, yang berarti bahwa monitor tersebut hanya menerima inputan hanya pada satu frekwensi. Kebanyakan monitor adalah Multiscanning yang berarti bahwa monitor tersebut secara otomatis  menyesuaikan pada frekwensi sinyal yang mereka terima sehingga monitor tersebut dapat menampilkan gambar dengan resolusi yang berbeda, tergantung dari data yang mereka terima dari video adapters.

Bebebrapa faktor yang mempengaruhi kualitas dari sebuah monitor adalah sbb :

üBandwidth : Jarak frekwensi sinyal yang dapat di atasi oleh monitor. Hal ini di tentukan dari seberapa banyak data yang dapat diproses, dan selain itu sebebrapa cepat monitor tersebut dapat memproses resolusi yang tinggi.

üRefresh rate : Seberapa kali persatuan detik layar dapat direfresh. Untuk menghindari adanya kejapan, maka proses refresh setidaknya harus 72 Hz.

üInterlaced or noninterlaced: Interlacing adalah teknik yang dapat dilakukan oleh monitor untuk memiliki resolusi yang lebih, tetapi hal itu dapat mengurangi kecepatan reaksi pada monitor.

üDot pitch : Jumlah ruang antara pixel. Semakin kecil dot pitch, maka akan semakin tajam warna yang dihasilkan.

  1. CARA MENGGUNAKAN DAN MERAWAT MONITOR

Pada umumnya cara kerja monitor komputer tersebut sama, yang terpenting adalah bagaimana cara kita untuk menggunakan monitor itu sendiri dengan baik dan tepat. Adapun cara untuk menggunakan monitor komputer yang baik adalah sebagai berikut.

  1. Setelah tombol power di power supply dinyalakan dan CPU dinyalakan maka untuk monitor harus di tekan tombol on/off nya tersebut, karena kita akan menghidupkan monitor maka monitor harus berada dalam keadaan on.
  2. Setelah itu CPU pun akan melaku.kan proses booting, dimana monitor akan mulai menampilkan sesuatu dilayar dan kita harus menunngu hingga proses booting tersebut selesai.
  3. Setelah selesai booting maka komputer akan siap digunakan, maka monitor pun sudah bisa menampilkan perintah atau instruksi yang akan anda lakukan.
  4. Selain itu anda dapat mengatur kecerahan tampilan pada monitor dengan menekan tombol yang mengatur kontras dan brightnessnya.
  5. Setelah selesai menggunakan komputer maka perlu diingat agar monitor tersebut pun dimatikan dengan cara kembali menekan tombol on/off tersebut. Tujuannya agar monitor bisa bertahan lama dan kembali pada suhu yang normal setelah sebelumnya panas.
  6. Terakhir adalah mencabut kabel power supply komputer atau monitor dari stop kontak salah satunya. Apabila sudah selesai menggunakan komputer, dan monitor sudah mati maka cabut juga kabel yang menghubungkan komputer atau monitor dengan stop kontak. Dengan demikian, tidak ada lagi aliran listrik yang akan masuk ke komputer. Selain untuk agar monitor tetap dalam keadaan bain juga untuk menghemat daya listik tentunya.
  7. Dengan cara menggunakan monitor demikian maka monitor akan dapat bekerja semaksimal mungkin.

Monitor sangat perlu mendapatkan perawatan yang baik. Adapun cara merawat monitor agar terhindar dari cepatnya kerusakan yang diakibat oleh kesalahan kita dan sebab yang belum kita ketahui adalah sebagai berikut.

  1. Perhatikan suhu dan kelembaban udara tempat meletakkan monitor. Umumnya monitor diletakkan pada suhu ruangan yang sejuk atau ruangan ber-AC dan tidak panas agar mengurangi panasnya yang dihasilkan oleh monitor itu sendiri. Selain itu tempat menaruh monitor hendaknya tempatnya bersih dan jauhkan monitor dari benda-benda elektronik untuk menghindari gangguan maknetik yang dapat merusak tampilan pada layar.
  2. Gunakan proteksi layar (screen protector) yang bisa diperoleh di toko-toko komputer untuk menghindari terjadinya goresan pada permukaan monitor dan terhindar dari debu.
  3. Di setiap monitor terdapat beberapa lubang udara, dan tidak dibenarkan menutupi lubang pembuangan udara tersebut agar mudahnya terjadi pertukaran udara panas (dari dalam monitor) dan udara segar (dari alam) untuk menjaga temperatur yang stabil pada monitor.
  4. Bersihkan lcd monitor, dan untuk membersihkannya disarankan menggunakan kain yang bersih dan halus juga cairan khusus pembersih lcd yang bisa diperoleh di toko-toko komputer.
  5. Apabila ingin memindahkan monitor ke tempat yang lain hendaknya membawa monitor tersebut dengan baik dan hati hati agar tidak sampai jatuh yang dapat membuat monitor menjadi rusak.
  6. Tidak diperkenankan meletakan monitor pada tempat yang terkena sinar matahari langsung. Karena panas matahari akan dapat merusak monitor itu.
  7. Kemudian hal yang dilakukan pada saat mulai memakai komputer adalah menggunakan komputer secara bijak.

Perawatan sangat diperlukan untuk menjaga monitor agar tetap dalam keadaan baik. Dengan cara – cara perawatan diatas dilakukan dengan baik dan benar maka monitor pun akan bertahan lama dan tidak cepat rusak.

  1. Cara Kerja Monitor

Monitor terdiri atas data-data private dengan fungsi-fungsi public yang dapat mengakses data-data tersebut. Method-method dalam suatu monitor sudah dirancang sedemikian rupa agar hanya ada satu buah method yang dapat bekerja pada suatu saat. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar semua operasi dalam monitor bersifat mutual exclusion.

Monitor dapat dianalogikan sebagai sebuah bangunan dengan tiga buah ruangan yaitu satu buah ruangan kontrol, satu buah ruang-tunggu-masuk, satu buah ruang-tunggu-dalam. Ketika suatu thread memasuki monitor, ia memasuki ruang-tunggu-masuk (enter). Ketika gilirannya tiba,thread memasuki ruang kontrol (acquire), di sini thread menyelesaikan tugasnya dengan shared resource yang berada di ruang kontrol (owning). Jika tugas thread tersebut belum selesai tetapi alokasi waktu untuknya sudah habis atau thread tersebut menunggu pekerjaan thread lain selesai,thread melepaskan kendali atas monitor (release) dan dipindahkan ke ruang-tunggu-dalam (waiting queue). Ketika gilirannya tiba kembali, thread memasuki ruang kontrol lagi (acquire). Jika tugasnya selesai, ia keluar dari monitor (release and exit).

Karena masalah sinkronisasi begitu rumit dan beragam, monitor menyediakan tipe datacondition untuk programmer yang ingin menerapkan sinkronisasi yang sesuai untuk masalah yang dihadapinya.

Ø  Condition memiliki operasi-operasi :

  • Wait, sesuai namanya threadyang memanggil fungsi ini akan dihentikan kerjanya.
  • Signal, jika suatu threadmemanggil fungsi ini, satu (dari beberapa) thread yang sedang menunggu akan dibangunkan untuk bekerja kembali.

Operasi ini hanya membangunkan tepat satu buah thread yang sedang menunggu. Jika tidak ada thread yang sedang menunggu, tidak akan terjadi apa-apa (bedakan dengan operasi buka pada semafor). Bayangkan jika pada suatu saat sebuah thread A memanggil fungsi signal pada condition x (x.signal()) dan ada sebuah thread B yang sedang menunggu operasi tersebut (B telah memanggil fungsi x.wait() sebelumnya), ada dua kemungkinan keadaan thread A dan B setelah A mengeksekusi x.signal : Signal-and-Wait, A menunggu sampai B keluar dari monitor atau menunggu condition lain yang dapat mengaktifkannya.Signal-and-Continue, B menunggu sampai A keluar dari monitor atau menunggu condition lain yang dapat mengakifkannya.

Monitor dikembangkan karena penggunaan semafor yang kurang praktis. Hal itu disebabkan kesalahan pada penggunaan semafor tidak dapat dideteksi oleh compiler.

Keuntungan memakai monitor :

ü  Kompilator pada bahasa pemrograman yang telah mengimplementasikan monitor akan memastikan bahwa resource yang dapat diakses oleh beberapa thread dilindungi oleh monitor, sehingga prinsip mutual exclusion tetap terjaga.

ü  Kompilator bisa memeriksa kemungkinan adanya deadlock.

IMPLEMENTASI ALGORITMA BRANCH AND BOUND

 Algoritma B&B (Branch and Bound) adalah salah satu algoritma yang digunakan untuk pencarian jalur. Contoh yang dibahas kali ini adalah ...